Beberapa Fakta Menarik Tentang Uang Dinar Dan Dirham

Beberapa Fakta Menarik Tentang Uang Dinar Dan Dirham.
Beberapa Fakta Menarik Tentang Uang Dinar Dan Dirham.
SHARE

TsabitaTravel.com – Dinar (emas) dan dirham (perak), merupakan mata uang yang paling banyak digunakan di dunia terutama pada abad ke-13 hingga pengujung abad ke-20.

Mata uang ini digunakan di seluruh wilayah kesultanan Utsmaniyah, yakni Eropa bagian timur dan selatan, sebagian Asia, Timur Tengah, dan Afrika bagian utara.

Dinar dan Dirham Alat Tukar Rasulullah. (Foto: istimewa)
Beberapa Fakta Menarik Tentang Uang Dinar Dan Dirham. (Foto: istimewa)

Berikut ini beberapa fakta menarik tentang uang Dinar (emas) Dan Dirham (perak):

Nilainya cenderung tetap

Ahli sejarah mencatat dinar yang nilainya setara dengan emas, membuatnya stabil dengan alat tukar lainnya. Tidak ada istilah atau fenomena inflasi dan deflasi pada masa Nabi menggunakannya sebagai alat tukar.

Buktinya, ketika masa Rasulullah SAW, nilai seekor kambing berkisar 1 dinar dan nilai tersebut masih sama dengan nilainya di masa sekarang, yakni sekitar 2 jutaaan atau lebih.

Digunakan untuk menghitung zakat

Karena nilainya tetap, dinar dan dirham, selain digunakan untuk melakukan transaksi jual-beli, dipakai pula untuk menghitung zakat.

Baca juga:  Dzikir Setelah Sholat

Imam Hanafi, pernah berkata, “Bahwa ukuran nisab zakat yang disepakati ulama, bagi emas adalah 20 mitsqal dan telah mencapai satu haul (satu tahun) dan bagi perak adalah 200 dirham.”

Imam Asy-Syafii dalam Kitab Al-Umm juga pernah berkata, “Rabi meriwayatkan bahwasannya Imam Asy-Syafii berkata, tidak ada perbedaan pendapat (ikhtilaf) bahwasannya dalam zakat emas itu adalah 20 mitsqal (dinar).”

Digunakan sebagai alat tukar Rasulullah SAW

Bangsa Arab mengadopsi dinar dan dirham sebagai sistem mata uang mereka dari Syam dan Yaman. Hal ini berlangsung hingga zaman Nabi Muhammad SAW.

Ketika itu, Nabi Muhammad SAW, selain menetapkan dinar dan dirham sabagi alat tukar yang sah dalam perdagangan, juga membuat standar dirham menjadi tiga jenis dirham yang beredar. Kala itu digabung ke dalam satu jenis dirham, yakni dirham 14 qirat.

Pada masa Umar bin Khatab, ia menegaskan perihal timbangan atau bobot berat emas dan perak, yakni tujuh dinar bobot atau nilainya setara dengan 10 dirham. Selain itu, Umar pun memerintahkan agar dirham dan dinar pada masa itu diberi tulisan hamdalah dan Muhammad Rasulullah.

Baca juga:  Amalan Istimewa di Hari Jum'at

Berasal dari Romawi dan Persia

Transaksi ekonomi bangsa Arab sebelum mengenal dan menggunakan emas adalah barter. Emas, dalam konteks ini dinar dan dirham, merupakan mata uang miliki bangsa Romawi dan Persia.

Kata dinar sendiri berasal dari bahasa Romawi, yakni denarius, sedangkan dirham berasal dari bahasa Persia, yakni drachma.

Emas sebagai alat tukar

Abu Hamid al-Ghazali, seorang ulama yang membahas fungsi uang dalam perekonomian menjelaskan, fungsi uang adalah sebagai alat untuk melancarkan pertukaran dan menetapkan nilai wajar dari pertukaran tersebut.

Ketika fungsi uang telah berubah, akan terjadinya inflasi dan deflasi. Namun, itu tidak berlaku ketika emas yang menjadi alat tukarnya. Itulah yang terjadi pada dinar dan dirham yang “berbahan dasar” emas.

Baca juga:  Keutamaan Sholat Dhuha
Beberapa Fakta Menarik Tentang Uang Dinar Dan Dirham. (Foto: istimewa)
Beberapa Fakta Menarik Tentang Uang Dinar Dan Dirham. (Foto: istimewa)

Beredarnya dirham dan dinar di Jazirah Arab dibawa oleh para pedagang Arab yang berdagang di Syam (di bawah pengaruh Romawi) dan Yaman (di bawah pengaruh Persia). Sebelumnya, bangsa Arab berdagang secara barter dan tidak pernah memproduksi mata uang sendiri.

Dinar pertama dalam pemerintahan Islam

Dinar pertama milik pemerintahan Islam baru lahir ketika masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan. Tepatnya, sekitar 50 tahun pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Adapun bobot atau berat dinar, Abdul Malik bin Marwan mengacu pada solidus, yakni mata uang Romawi Byzantium yang lazim beredar saat itu. Ia tidak membuatnya berdasarkan standar mitsqol yang biasa digunakan pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Dinar dan dirham sering disebut-sebut sebagai alat tukar (mata uang) terbaik yang pernah ada. Alat tukar ini pun menjadi acuan dalam beberapa penerapan syariat Islam, seperti membayar had, zakat, fidiyah, dan lainnya.

SHARE
Hubungi
0819 9062 5333
Whatsapp