Keutamaan Menundukkan Pandangan Dari Perkara Yang Haram

Keutamaan Menundukkan Pandangan dari Perkara yang Haram.
Keutamaan Menundukkan Pandangan dari Perkara yang Haram.
SHARE

TsabitaTravel.com – Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa pandangan pertama itu tidak berdosa, namun untuk seterusnya bisa menjadi dosa dan hal yang diharamkan.

Allah memberikan perintah untuk menjaga pandangan mata bukanlah tanpa alasan atau hal yang sia-sia belaka. Hal ini tentu saja ada tujuan yang ingin dicapai. Menjaga pandangan mata membuat manusia akan selalu sadar, fokus, dan terhindar dari segala macam kemaksiatan.

Menundukkan pandangan untuk pria sesuai QS An-Nuur ayat 30:

قُلْ لِلْمُؤْمِنينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصارِهِمْ وَ يَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذلِكَ أَزْكى‏ لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبيرٌ بِما يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Sedangkan untuk wanita, terdapat pada ayat selanjutnya, QS An-Nuur ayat 31:

وَ قُلْ لِلْمُؤْمِناتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصارِهِنَّ وَ يَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدينَ زينَتَهُنَّ إِلاَّ ما ظَهَرَ مِنْها‪…‬

“Dan katakan pula kepada orang-orang yang beriman (perempuan) supaya mereka pun, menahan pandangannya dan memelihara kemaluan mereka. Dan janganlah mereka perlihatkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya…”

Pada sebagian tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan yang biasa nampak dari wanita tersebut adalah wajah dan dua telapak tangannya.

Baca juga:  Rahasia Dibalik Dzikir Pagi & Petang

Pandangan mata adalah awal dari segala macam aktivitas, jika manusia tidak mampu untuk menjaganya, maka akan sulit untuk bisa berkah pandangannya.

Menundukkan pandangan bukan berarti harus menundukkan kepala sehingga berjalan tak fokus arah, atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali. Menahan pandangan berarti menahan, mengurangi atau menundukkan pandangan.

Menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang memang perkara yang sangat sulit apalagi di zaman sekarang ini. Hal-hal yang diharamkan untuk dipandang hampir ada di setiap tempat, di pasar, di rumah sakit, di pesawat, bahkan di tempat-tempat ibadah.

Hal ini sebagaimana kisah dalam hadits Rasulullah bahwa ada seorang sahabat yang pernah terbentur tembok karena melihat aurat wanita dan tidak sadarkan dirinya karena saking asik dan menikmati terhadap wanita tersebut. Kemudian Rasulullah mengingatkan bahwa hal tersebut dilarang oleh islam dan tidak diperkenankan jika melihatnya.

Keutamaan Menundukkan Pandangan dari Perkara yang Haram.
Keutamaan Menundukkan Pandangan dari Perkara yang Haram.

Sesuai dengan hadits dan ayat di atas, di mana kita diharuskan menundukkan pandangan dari perkara yang haram, maka dipastikan ada manfaat atau keutamaan bila kita dapat menundukkan pandangan.

Mengasah ketajaman firasat

Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan dapat mempertajam firasat, karena firasat merupakan bagian dari cahaya dan sekaligus buah darinya.

Baca juga:  Menaikan Kadar Iman

Jika hati telah bercahaya, maka firasat pun akan menajam karena ia telah menjadi bagaikan sebuah cermin yang gemerlap sehingga segala perkara akan tampak di permukaannya secara apa adanya.

Sementara itu, mengumbar pandangan adalah bagaikan mengehembuskan nafas ke atas permukaan cermin tersebut. Jadi jika seseorang mengumbar pandangannya, maka hal itu sama seperti dirinya menghembuskan nafasnya ke permukaan cermin hatinya sehingga akan menjadi buramlah cahaya cermin itu.

Syuja’ al-Kirmani berkata, “Barangsiapa penampilan lahiriahnya mengikuti sunnah, batinnya selalu sadar akan Allah, pandangannya selalu dijaga dari hal-hal yang haram, selalu mengekang nafsunya dari syahwat, dan selalu memakan makanan halal, pasti firasatnya tidak akan meleset.” Syuja’ memang dikenal sebagai orang yang firasatnya tidak pernah salah.

Membuka jalan-jalan dan pintu ilmu pengetahuan.

Ketika hati orang tersebut bercahaya, maka berbagai hakikat ilmu pengetahuan akan terbuka baginya dan tersibaklah segala tabir dengan cepat.

Dan sebaliknya, barangsiapa yang mengumbar pandangannya, hatinya akan menjadi kotor sehingga tertutuplah baginya semua pintu dan jalan menuju ilmu.

Membuat hati menjadi berani

Menjaga pandangan juga dapat membuat orang yang melakukannya akan memiliki kekuatan mata hati yang sejalan dengan kekuatan hujjah.

Baca juga:  Perhatikan Tugas Melebihi Perhatian Untuk Hidup di Dunia

Di dalam sebuah atsar dikatakan bahwa barangsiapa yang sanggup melawan hawa nafsunya, maka setan akan takut hatta kepada bayangannya.

Itulah sebabnya mengapa orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya hatinya akan menjadi hina, lemah, dan dirinya pun akan tercela, karena orang tersebut telah termasuk orang-orang yang lebih mementingkan hawa nafsunya daripada keridhaan Allah.

Membersihkan hati dari pedihnya penyesalan

Orang yang suka mengumbar pandangan pasti kekal penyesalannya. Hal yang paling berbahaya bagi hati adalah mengumbar pandangan.

Karena pandangan akan memperlihatkan kepada manusia sesuatu yang sangat ia inginkan, padahal ia tidak cukup sabar untuk menahan hasrat itu sebagaimana ia juga tidak dapat menemukan jalan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya itu. Itulah puncak dari kepedihan dan siksaan yang harus dia rasakan.

Menyinari hati

Menjaga pandangan dapat membuat hati menjadi bercahaya dan itu dapat terlihat dari mata, wajah, dan seluruh anggota tubuh lainnya.

Dan sebaliknya, mengumbar pandangan mata dapat mengubah hati menjadi gelap dan itu juga dapat terlihat dari wajah dan seluruh anggota tubuh lainnya.

Begitu beratnya menundukkan pandangan mata, apalagi pada zaman sekarang ini, sehingga Allah pun akan membalas hamba-hambaNya yang istiqomah melaksanakan perintah-Nya dengan pahala yang besar.

SHARE
Hubungi
0819 9062 5333
Whatsapp