Perhatikan Tugas Melebihi Perhatian Untuk Hidup di Dunia

SHARE

Setiap yang berjiwa pasti akan mati. Tentunya terpikirkan bahwa ia pastilah sesuatu yang hidup. Manusia lah satu-satunya makhluk yang disempurnakan dengan akal, dan tidak salah jika disebut pengemban amanah yang paling berat. Manusia diciptakan tidak untuk bermain-main, ia memiliki tugas berat dan mulia. Jika ia paham dan berikhtiar sungguh-sungguh menurut Al Qur’an dan sunnah, maka beruntunglah hidupnya. Namun jika sebaliknya, maka merugilah ia kelak di akhirat.

Perhatikan firman Allah SWT pada Qs. Adz Dzariyat ayat 56: “Dan AKU tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU“. Lalu pada ayat yang lain, Allah berfirman dalam Qs. Al Mu’minuun ayat 115:   “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?. Kemudian, ditegaskan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam firman Allah SWT Qs. Al Qiyamah ayat 36: “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?“. Tanda-tanda berupa petunjuk, hikmah dan tuntunan bagi manusia begitu banyak, sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak mau atau malas berikhtiar mencari jalan.

Baca juga:  Berhala Jaman Now

Lalu apa tugas itu? yang tersirat pada ayat tersebut ada 2 tugas utama, menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah: pertama, memakmurkan bumi. Manusia diberi keleluasaan untuk mengelola dan memanfaatkan bumi untuk sebesar-besarnya bagi kepentingan manusia secara adil dan merata dengan tetap berpegang pada nilai-nilai ketuhanan. Pengelolaan dan pemanfaatan bumi dengan menjaga bumi sehingga dinikmati dari generasi ke generasi. Kedua, melestarikan bumi. Dalam arti luas juga memelihara akidah dan akhlak manusia, sebagai makhluk yang dikarunia akal dan hati. Manusia harus mampu menjaga keseimbangan hidup, menjunjung tinggi moralitas, sehingga timbul rasa mencintai alam dan segala yang hidup didalamnya.

Sayangnya, tugas mulia yang direfleksikan dalam perintah shalat 5 waktu saja masih sering dilalaikan bahkan diabaikan dengan sengaja. Manusia memilih sibuk dengan ‘waktu’ berburu dunia, dan melalaikan ‘waktu’ mengisi bekal untuk pulang meempertanggungjawabkan dirinya dihadapan Sang Khalik. Mindset yang terbalik, manakala waktu berbisnis dan bekerja lebih berat dibanding waktu mempersiapkan diri untuk mengerjakan ibadah, shalat. Rasa takut kepada atasan/pimpinan, deadline, bonus, komisi dan sebagainya lebih dominan menguasai pikiran, sehingga perintah shalat pun terabaikan. Padahal shalat merupakan salah satu penolong manusia, dan shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab. Ubah mindset dengan mendahulukan yang diperintahkan serta menjauhi laranganNya, sebagai ikhtiar demi tugas yang diamanahkan oleh Allah SWT.

Baca juga:  Bersikap Tenang Dan Hati-Hati Dalam Bertindak

Allahua’lam bishawab.

*tsabita1

 

SHARE
Hubungi
0819 9062 5333
Whatsapp