SUTRAH Sunnah yang Terabaikan

SHARE

Kebutaan seseorang akan ilmu terkadang membuat ia gegabah dalam melangkah. Tujuan yang baik nisa tereliminir lantaran kebutaan terhadap ilmu itu. Sutrah atau pembatas acapkali di remehkan atau bahkan sama sekali tidak di ketahui lantaran ummat ini disibukkan dalam urusan dunia, sehingga waktu membaca buku-buku Islam apalagi menghadiri Majelis Ilmu, telah tergerus oleh rutinitas harian yang tak kenal penat dan lelah.

Sutrah atau pembatas, dihukumkan “wajib” oleh sebahagian ‘ulama. Alasannya : sutrah yang dipersiapkan menjelang sholat dapat memberikan isyarat pada seseorang untuk tidak melewatinya. Banyak sekali ummat Islam yang ingin menjalankan sholat sunnah tahiyatul masjid dan sholat sunnah Rawathib atau sholat sunnah lainnya itu dikerjakan di sembarang tempat sesuai selera tanpa membuat sutrah. Bahkan tak sedikit kaum Muslimin yang melakukannya di tempat lalu-lalang jamaah, sehingga yang melewatinya berdosa dan orang yang sholatnya pun turut berdosa lantaran tidak punya ikhtiar untuk memberi pembatas didepannya.

Baca juga:  Hanya 5 Hal Perkara yang Boleh Dikerjakan Dengan Tergesa-gesa

Dari Abu Sa’id Al Hudri, Rasulullah bersabda :

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُصَلِّ إِلىَ سُتْرَةٍ وَلْيَدْنُ مِنْهَا وَلاَ يَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا فَإِنْ جَاءَ أَحَدٌ يَمُرُّ فَلْيُقَاتِلْهُ فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ

“Apabila salah seorang di antara kalian melakukan Sholat, maka menghadaplah kearah sutrah (pembatas) dan mendekatlah darinya. Dan janganlah dia membiarkan seorang pun melintasi diantaranya (yakni antara ia dan pembatas itu). Jika ada seseorang yang akan melintasinya maka hadanglah, karena ia adalah setan.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)

PENGERTIAN DAN JARAK SUTRAH

Sutrah adalah sesuatu yang diletakkan didepan orang yang sholat sebagai pembatas agar orang tidak melintas dihadapannya. Benda-benda yang dapat dijadikan sutrah itu adalah tembok, tiang masjid, orang yang sedang sholat dan benda-benda apa saja yang ukurannya setinggi tembok atau menancapkan kayu jika sholat ditengah lapang.

Baca juga:  Sholat Sunah

Dalam Hadits lain juga disebutkan bahwa ukuran tinggi sutrah itu adalah seperti tingginya pelana hewan tunggangan.(Shohih Muslim {1/358 No. 499}). Sedangkan jarak antara orang yang akan sholat dengan sutrah adalah tiga hasta.

Jika seseorang yang mendirikan sholat tanpa adanya pembatas (sutrah), maka secara otomatis sholatnya dianggap terputus, lantaran dilewati oleh keledai, wanita dan anjing hitam alias setan yang melintas dihadapannya. (Shohih Muslim {1/365 No. 510}, Sunan An Nasa’i {Ii/63}, Sunan At Tirmidzi {I/212 No. 337} dan Sunan Abu Dawud ‘Aunul Ma’buuud [2:13 AM, 8/25/2016])

 

 

SHARE
Hubungi Kami
0819 9062 5333
Whatsapp