Tergesa-gesa Menurut Hukum Islam

Foto : Ilustrasi
SHARE

Manusia kadang tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu, kadang mengabaikan hal-hal sekitar hanya untuk mencapai sesuatu tersebut.

Kata tergesa-gesa dalam bahasa arab adalah isti’jal, ‘ajalah dan tasarru’, menurut Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Ar-Ruh, tergesa-gesa berarti “keinginan untuk mendapatkan sesuatu sebelum tiba waktunya yang disebabkan oleh besarnya keinginannya terhadap sesuatu tersebut, seperti halnya orang yang memanen buah sebelum datang waktu panennya.”

Tergesa-gesa menurut syari’at islam merupakan sifat tercela yang baiknya dihindari, sebagaimana tertuang dalam firman Allah :

{ لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (16) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (18) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ (19) }

Artinya: “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)-nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya”. (QS. Al-Qiyamah : 16-19).

Baca juga:  Pahala Shalat Shubuh Berjamaah Ibarat Umroh Gratis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Seorang hamba akan senantiasa dikabulkan doanya oleh Allah Jalla wa ‘Ala selama dia tidak berdoa yang mengandung kezaliman, tidak memutuskan tali silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa. Kemudian ada sahabat yang bertanya, “Apa yang dimaksud tergesa-gesa di sini, wahai Rasulullah?” Lalu beliau menjawab, “Aku telah berdoa, aku telah berdoa, tetapi mengapa aku tidak melihat tanda-tanda doaku dikabulkan? Sehingga dia lelah dalam berdoa dan meninggalkan doanya tersebut” (HR. Muslim)

Tergesa-gesa anya bisa mendatangkan penyesalan, karena sudah seharusnya segala sesuatunya itu dipikirkan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu hal.

Baca juga:  Keutamaan Sholat Dhuha

Dzun Nun (Tsauban bin Ibrahim) rahimahullahu berkata, “Ada empat perkara buruk yang menghasilkan buah: tergesa-gesa yang buahnya adalah penyesalan, kagum pada dirinya sendiri yang buahnya adalah kebencian, keras kepala yang buahnya adalah kebingungan, dan rakus yang buahnya adalah kemiskinan”.

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Tergesa-gesa merupakan sifat tercela yang harus dihindari, yang dalam hukum islam tidak diperbolehkan. Oleh karena itu mari kita jauhi perilaku tercela dan meningkatkan akhlak terpuji untuk meraih keridhaan-Nya. Aamiin

Baca juga:  Abu Hurairah Pribadi yang Mengagumkan
SHARE
Hubungi Kami
0819 9062 5333
Whatsapp